Kamis, 04 Februari 2016

Sejarah Sepatu Vanz




sepatu merupakan salah satu item dalam fashion yg selalu di perhatikan orang . Letaknya memang di bagian paling bawah tubuuh, tetapi tidak berarti luput dari perhatian . Saat ini berbagai merak sepatu banyak beredar di pasaran dengan model yang beraneka ragam . Artikel ini membahas sejarah 


SEKILAS TENTANG PAUL VAN DOREN

lahir pada tahun 1930 dan tinggal di boston. Paul keluar dari sekolah waktu dia baru naik ke kelas 3 junior highschool, kemudian memutuskan untuk serius dalam hobi berkudanya pada saat itu. Umur 14 tahun, dia sudah memulai memulai balapan kuda dalam beberapa race lokal dan mendapatkan nickname : “Dutch The Clutch” karena stylenya yang aneh dalam berkuda. Ibunya kesal melihat kerjanya hanya bermain kuda dan sama sekali tidak menghasilkan uang, akhirnya Paul dipaksa untuk bekerja di pabrik sepatu sebagai seorang buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai pabrik.

PENDIRI ( PAUL VAN DOREN )


SEJARAH

Pada 16 maret 1966, Paul Van Doren dan tiga orang temannya membuat perusahaan baru bernama Van Doren Rubber Co .
(sekarang dikenal Vans) . Vans adalah produsen sepatu,pakaian,dan aksesoris untuk olahraga skateboard , snowboard , BMX , dan selancar.

Pada awalnya, Paul Van Doren bekerja di pabrik sepatu bermerek Randy's sebagai buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai . setelah 20 tahun bekerja disana, ia sudah beberapa kali naik jabatan karena ketekunannya . Sampai akhirnya, Paul manjabat sebagai Vice President di Randy's.

Akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan sepatu tersebut dan pindah ke Southern California . Disana Paul dan temannya mendirikan perusahaan sepatu baru pada 1966 (merupakan cikal bakal Vans)

TOKO dan PABRIK

Paul mengawali perusahaannya dengan membuka sebuah toko dan pabrik dalam satu sistem . Toko ini dibuka pada tanggal 1 Maret 1966 dan hanya memajang contoh-contoh sepatu . Paul baru akan membuat sepatu jika ada yang memesan sepatu . Setah mendapat order Paul segera masuk pabrik dan langsung membuat order yang di pesan . Di hari pertama toko ini hanya di kunjungi oleh 16 orang .

Vans semakin populer saat membuat sepatu untuk sekolah-sekolah, tim-tim olahraga, dan cheerleader di seluruh California Selatan . Pada masa ini juga, Vans meluncurkan Vans #44 atau lebih di kenal dengan nama Vans Authentic . Penjualan pertama sepatu ini cukup sukses karena produk ini habis terjual .


TOKO DAN PABRIK PERTAMA VANS


1970-an

Pada 1975, Tony Alva dan Stacy Peralta (skater ternama saat itu) mendesain Vans #95 atau dikenal dengan Vans Era dan di beri label "Off The Wall" . Era ini ada puncak kejayaan Vans karena sepatu Vans menjadi pilihan utama bagi para skater dan para BMX .

Di akhir 1970-an . Vans membuat sepatu slip-on checkerboard warna putih berbahan kanvas dan warna hitam berbahan karet . Di saat yang sama, Universal Studios Hollywood meminta pasokan sepatu untuk kebutuhan membuat film . Vans kemudian mengirim stock Checkerboard slip-on dengan jumlah cukup besar . Sejak saat itulah, Vans kebanjiran order dari seluruh Amerika sehingga menjadikan sepatu paling laku di dunia sampai saat ini .

     
    TONY ALVA


STACY PERALTA

1980-an

Pada awal 1980-an, Jim adik Paul Van Doren yang menjabat sebagai president, memutuskan membuat sport shoes untuk menyaingi Nike , Adidas , Reebok , dan Puma . Menurut Paul, tidak mungkin kita menyaingi perusahaan-perusahaan sepatu tersebut . Namun, Jim tidak peduli dan tetap melanjutkan proyek barunya .

Akhirnya, proyek ini gagal dan Vans pun mengalami kerugian dengan jumlah utang sebesar 12 juta dollar . Paul memutuskan untuk mengeluarkan Jim sehingga Vans hanya dimiliki oleh pemilik tunggal, yaitu Paul Van Doren .

Beberapa waktu kemudian, Vans di beli oleh perusahaan McConval Deluit Corp . Hak kepemilikan Vans berada ditangan mereka selama 10 tahun kedepan . Artinya, kelangsungan perusahaan diatur oleh mereka, seperti membuat pabrik yang lebih besar di seluruh Amerika .



JAMES VAN DOREN R.I.P 1939-2011

VANS di INDONESIA

Di Indonesia, khususnya di Kota Jakarta, sepatu Vans tidak hanya di pakai oleh para skater, tetapi oleh personil band dan sneaker freak (orang yang hobi mengoleksi sepatu) . Disini, sepatu ini termasuk barang langka karena tidak memiliki toko resmi . Namun, ada beberapa toko yg menjual produk Vans, mulai sepatu , pakaian , dan aksesoris dengan harga yg lebih mahal karena harus memesan dari luar negeri .

Dari awal kemunculannya sampai sekarang, Vans tidak pernah ketinggaln trend . Walaupun modelnya selalu klasik, Vans menjadi barang yg selalu di buru . Klasik adalah daya tarik sepatu ini . Jadi, apakah anda tertarik untuk ber-Vans ??

SEPATU VANS, PELOPOR SEPATU SKATE

sederhana tapi gaya sepertinya menjadi kriteria yang selalu di terapkan jiwa-jiwa muda dalam kehidupannya sehari-hari . Hal-hal simpel, tidak terlalu "merepotkan" lebih menarik perhatian serta minat mereka, termasuk dalam hal berbusana . Berdandan atau bergaya secara berlebihan justru dianggap tidak wajar jika diterapkan dalam gaya sehari-hari .

Pemilihan model pakaian ataau sepatu yang sederhana mencerminkan kepribadian mereka yang rata-rata lebih menyukai bergaya "apa adanya" . Barang-barang penunjaang gaya yang sederhana selalu dipilih untuk menemani aktifitas mereka sehari-hari . Sepatu sneaker atau model kets selalu menghiasi kaki-kaki muda mereka . Sepatu Vans pun menjadi salah satu merek sepatu yang cukup banyak diminati oleh kaum muda.

Cara Membedakan Sepatu ORI dan KW

Cara Membedakan Sepatu ORI dan KW

Ini dia saya akan memberi tips cara membedakannya. 
Untuk menunjang penampilan kalian dalam kehidupan sehari hari terkadang sepatu memang bukan suatu hal yang wajib untuk diperhatikan namun secara teknis bagi kaum laki - laki sepatu adalah suatu hal yang sangat berpengaruh didalam penampilan oleh karena itu pilihlah sepatu dengan cepat, tepat, dan cermat artinya bahwa kalian harus cepat karena takut didului orang lain, tepat artinya kalian harus tepat dalam memilih sepatu yang asli atau tidak, dan cermat atinya adalah kalian dituntut harus cermat untuk hal kesesuaian selera kalian dengan sepatu yang akan kalian beli. Dibawah ini saya akan mengajari bagaimana cara memilih sepatu dengan 3 kriteria yang tepat itu.
 
  1. Jika sepatu yang ingin kalian beli dari via online maka kalian harus sangat cermat dengan melakukan hal seperti : samakan terlebih dahulu jenis sepatu yang kalian beli dengan gambar yang terpampang di website (ini harus ada dan diperhatikan dahulu). 
  2. Jika dilihat dari bentuknya, Sepatu ori memiliki bentuk yang simetris dan terlihat rapih dan elegan. Sedangkan yang aspal alias palsu bentuknya tidak karuan alias tidak simetris kelihatan tidak rata.
  3. Dilihat dari ukuran biasanya sepatu yang bajakan ini ukurannya tidak akurat artinya tidak sesuai dengan ukuran sebenarnya (lebih kecil dari ukuran sebenarnya).
  4. Jika sepatu memakai jahitan maka perlu diperhatikan pada jahitan bagian bawah samping. Jika sepatu ori umumnya  memiliki jeda atau jarak yang sama rata antara 5 mm10 mm atau 1 cm. dan jika sepatu yang palsu memiliki jeda atau jarak yang tidak sama rata.
  5. Dilihat dari segi bau : pada sepatu ori biasanya tercium bau khas kulit. Dan jika sepatu palsu baunya sangat menyengat dan aneh.
  6. Dan yang paling mencolok antara sepatu asli dan palsu adalah dari segi harga yang biasanya memiliki selisih yang sangat signifikan yang patut kalian curigai.

Kalau kalian masih belum percaya,nih saya tunjukin beberapa kasus dilapangan tentang sepatu ORI dan Palsu ini yang telah menjamur di tanah air tercinta ini. Ini adalah contoh sepatu ternama yaitu ADIDAS namun KW Import dari china akan tetapi semua sizenya sudah digarap di Indonesia. Disini kita akan pelajari dari segi mana kita dapat membedakan semua kualitas Adidas asli dengan Adidas palsu langsung saja ke outlet Adidas. 


Cara Merawat sepatu

Cara Merawat sepatu

Sepatu Berbahan Suede

Cara merawat sepatu berbahan suede memang harus lebih berhati-hati. Pada saat membersihkannya gunakan sikat atau handuk khusus untuk membersihkan sepatu berbahan suede. Sikat tersebut bisa anda beli di supermarket atau toko sepatu.

Gunakan  sikat halus atau penghapus untuk membersihkan kotoran yang membandel. Pada saat membersihkannya usahakan dengan cara satu arah supaya bahan suede tidak cepat rusak dan juga warna sepatu tetap bagus. Sikat dengan perlahan, jangan menekanya terlalu keras. Jangan lupa untuk menggunakan cairan khusus untuk membersihkannya, jangan menggunakan bahan kimia seperti detergen. Semprotkan pelindung bahan suede setiap hari supaya sepatu anda tetap awet.

Untuk membuat sepatu berbahan suede anda tetap awet. Anda harus menghindari beberapa hal berikut ini. cara merawat sepatu berbahan suede inilah yang biasanya di lupakan oleh para pengguna sepatu. Pertama yang harus dihindari adalah anda jangan pernah malas untuk membersihkan sepatu yang berbahan suede ini.

Jika anda sedikit noda langsung saja dibersihkan karena jika tidak dibersihkan kotoran tersebut akan semakin mengeras di sepatu dan akan lebih sulit untuk dibersihkan. Jangan menjemur sepatu suede dibawah sinar matahari langsung karena akan membuat bahan cepat rusak. Jika sepatu basah, didiamkan saja atau diangin-anginkan saja dan biarkan kering dengan sendirinya,

Sepatu Berbahan Kulit

Jenis sepatu yang selanjutnya adalah sepatu yang berbahan kulit. Cara merawat sepatu yang berbahan kulit juga berbeda dengan merawat sepatu yang berbahan suede. Jika sepatu ini selalu anda gunakan setiap hari, sepatu ini akan sering terkena debu. Jika setelah digunakan, bersihkan sepatu berbahan kulit dari debu.

Bisa dengan menggunakan handuk halus atau sponge yang halus. Jika tidak dibersihkan debu sepatu akan semakin menempel dan sulit untuk dibersihkan. Untuk membuat sepatu berbahan kulit anda terlihat selalu baru, anda bisa menyemir sepatu anda ketika akan digunakan. Pilihlah semir sepatu yang berkualitas dan sesuaikan warna semir dengan sepatu anda.

Untuk cara merawat sepatu berbahan kulit, anda juga harus menghindari beberapa hal berikut ini. Pertama jangan menggunakan sepatu berbahan kulit secara berlebihan karena akan membuat sepatu kulit anda mudah menekuk.

Jangan gunakan sikat yang kasar ketika mencuci sepatu bahan kulit, karena akan membuat kulit mudah mengelupas. Gunakan sikat yang halus atau handuk saja pada saat membersihkannya. Jangan diletakan ditempat yang lembab dan di panas terik, karena akan membuat kulit sepatu anda rusak.

Sepatu Yang Berbahan Lainnya

Sepatu yang berbahan lainnya adalah seperti yang berbahan kanvas, jeans dan masih banyak lainnya. Cara merawat sepatu yang berbahan ini juga berbeda dengan merawat sepatu berbahan suede maupun berbahan kulit.

Tetapi untuk merawat berbahan sepatu ini memang tak serumit untuk  merawat sepatu suede atau kulit. Sepatu ini lebih mudah dalam perawatannya. Gunakan sikat yang bertekstur sedang tidak terlalu halus dan juga tidak begitu kasar. Saat membersihkannya juga tetap harus searah, supaya bahan sepatu lebih awet. Selain itu jangan merendam sepatu di dalam air dengan detergen, ini akan membuat sepatu anda mengerut.

Itulah beberapa cara merawat sepatu yang sesuai dengan bahan yang digunakan. Setiap jenis bahan mempunyai cara perawatan yang berbeda-beda. Jadi ketika membeli sepatu perhatikan terlebih dahulu jenis bahan sepatunya.

Jangan sampai anda salah untuk merawatnya karena akan membuat sepatu anda cepat rusak. Untuk menghasilkan sesuatu yang bagus memang membutuhkan ketelatenan dan kedispilinan yang tinggi. Begitu juga dengan merawat sepatu anda.

Ini ada sedikit video cara membersihkan sepatu berdasarkan bahannya, semoga bermanfaat.

Sejarah Terciptannya Sepatu Converse



Yak, Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang sejarah terciptanya sepatu Converse. Mengapa saya menceritakan tentang sejarah terciptanya seapatu converse?? Karena saya berjualan sepatu converse juga, sedikit promosi lah hehe.

Sepatu conversetercipta berawal dari olahraga basket. Ketika pertama kali berdiri di tahun 1908, Converse, yang namanya adalah Converse Rubber Corporation, adalah perusahaan yang membuat alas kaki serta sepatu kerja musiman yang berbasis pada bahan karet. Tapi membuat produk musiman berarti membuat pekerja mereka nganggur di waktu-waktu tertentu.

Akhirnya, perusahaan ini memutuskan untuk membuat sepatu olahraga. Dan karena saat itu olahraga basket sangat populer, maka mereka memutuskan untuk membuat sepatu yang bisa dipakai untuk bermain basket. Sepatu basket pertama dari Converse diproduksi di tahun 1917. Dan percaya atau tidak, sepatunya punya model yang tidak jauh berbeda dengan model high-top sekarang, dengan warna cokelat.

Tahun 1920 Converse mulai memproduksi sepatu ini dengan warna hitam seluruhnya menggunakan bahan kanvas atau kulit, serta sol karet yang sangat tebal. Awalnya, sepatu ini belum begitu populer, sampai seorang bernama Charles ‘Chuck’ H. Taylor melihat sepatu ini.


Dan di tahun 1921 sepatu Converse dipopulerkan oleh Chuck Taylor. Chuck Taylor hitam putih adalah salah satu model atau warna pertama dan paling populer sampai sekarang. Ketika pertama kali melihatnya Chuck Taylor langsung suka dengan sepatu itu dan yakin bahwa sepatu ini punya potensi besar di industri bola basket.

Saking yakinnya beliau, di tahun 1921 Chuck Taylor bergabung menjadi pegawai sales Converse dan juga pemain sekaligus pelatih tim basket yang disponsori oleh Converse, Converse All-Stars. Semenjak bergabung, Chuck Taylor selalu berkeliling ke berbagai sekolah di berbagai kota untuk membawakan klinik atau pelatihan basket.

Bersamaan dengan itu, dia juga mempromosikan sekaligus menjual sepatu Converse yang sangat disukainya itu. Berkat kemampuannya dalam berjualan sepatu Converse ini semakin lama semakin sangat populer. Tapi jasanya tidak cuma itu saja, Chuck Taylor juga sering memberi ide dan masukan desain yang menurutnya bisa membuat sepatunya lebih baik dan lebih nyaman untuk dipakai.

 


Awal mula terciptanya logo Convorse All-Star yang sering kamu lihat di sepatu Converse hi-top. Karena jasanya yang sangat besar bagi perusahaan, di tahun 1932 Converse menambahkan tanda tangan Chuck Taylor di logo pada bagian pergelangan kaki sepatu Converse itu. Sejak itulah, nama Chuck Taylor sangat identik dengan sepatu Converse. Sejak nama Chuck Taylor tertempel di logo brand-nya, sepatu Converse semakin merajai pasar sepatu basket.

Semua pemain basket, baik itu profesional, tim kampus, tim sekolah, atau siapapun yang ingin bermain basket dengan serius pasti mau dan punya sepatu ini. Tidak hanya di pasar pemain basket, berkat varian sepatu berwarna putih dengan strip merah dan biru yang sangat patriotik bagi Amerika serta varian yang hitam polos, sepatu ini juga sering digunakan oleh para tentara Amerika untuk latihan.

Sampai tahun 50’an, sepatu Converse ini memegang 80 persen pangsa pasar sepatu kets atau sneakers. Chuck Taylor sendiri juga diangkat sebagai “Ambassador to Basketball” berkat jasa-jasanya mempromosikan olahraga basket. Di tahun 1968, ia juga dimasukkan ke dalam Basketball Hall of Fame.

Bergeser dari sepatu olahraga jadi sepatu anak grunge dan rock. Tetapi sayangnya setahun setelah itu, Chuck Taylor meninggal dunia. Dan sejak saat itu, ada banyak perusahaan saingan yang mulai memproduksi sepatu tandingan yang punya model dan warna baru. Serta teknologi yang lebih canggih yang menunjang kenyamanan. Akibatnya, pangsa pasar sepatu Converse di ranah basket mulai hilang, dan orang-orang mulai meninggalkan sepatu ini.

Di tahun 70-an, setelah kehilangan dominasi di pasar basket, sepatu Converse malah menjadi simbol counter-culture atau anti-mainstream. Khususnya untuk rocket dan hipster. Sepatu ini mulai bergeser dari sepatu olahraga menjadi sepatu santai berkat penampilan dan warnanya yang khas, serta alternatif yang lebih murah dibanding brand lain. Popularitasnya di sektor ini juga menjadi semakin jelas ketika di tahun 80-an dan 90-an ada banyak orang terkenal yang menggunakan sepatu ini misalnya James Dean, Guns N’ Roses, dan Kurt Cobain.
 
Popularitasnya di komunitas rock dan grunge ini jugalah yang membuat sepatu Converse pertama kali populer di Indonesia. Tapi, meksipun masih punya pangsa pasar, perusahaan Converse sendiri mengalami masa-masa sulit di tahun 80-an dan 90-an akibat pergantian manajemen dan keputusan bisnis yang buruk. Saking kesulitannya, di tahun 2001, perusahaan Converse terancam bangkrut. Tapi brand Converse sendiri sudah terlalu kuat, dan pemilik baru juga mengambil alih serta menutup pabrik produksinya di Amerika Serikat dan memindahkannya ke Asia.

Yak, itulah sedikit yang dapat saya sampaikan tentang sejarah awalmulanya terbentuknya sepatu Converse yang terkenal di Amerika dan akhirnya sampai melesat terkenala ke benua Asia dan sekarang masih sangat ngetrend di benua Amerika maupun benua Asia. Apalagi di Indonesia sendiri sangat masih terknal dan di gandrungi para anak muda Inonesia. Yak, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan sedikit menambah pengetahuan, terima kasih.

Sejarah awal mulanya terciptanya sepatu

Bagaimana awal mulanya terciptanya sepatu? Bagaimana bisa adanya sepatu
Kali ini saya akan membahas sejarah tentang awal mulanya di terciptanya sepatu di dunia ini. Di mulai Dari jaman kuno orang-orang pada waktu itu belum menggunakan sepatu.

Para ahli sejarah memperkirakan bahwa sepatu pertama kali dibuat pada zaman Es atau sekitar 5 juta tahun lalu. Sepatu itu dibuat dari kulit hewan. Sepatu primitif (kuno) dalam jumlah besar pernah ditemukan di pedalaman Missouri, Amerika Serikat (AS). Diperkirakan sepatu itu berasal dari 8000 Sebelum Masehi (SM).

Sepatu lainnya juga pernah ditemukan di pegunungan Prancis dan kemungkinan berasal dari 3300 SM. Selain dari kulit binatang, ada juga sepatu yang terbuat dari rumput atau semak. Gunanya, untuk melindungi kaki dari teriknya sinar matahari atau dinginnya suhu. Selain di Missouri, ditemukan juga alas kaki yang berasal dari peradaban Mesir Kuno, Viking, dan China kuno.

Alas kaki yang berasal dari Mesir Kuno, berhiaskan gambar yang sangat indah. Alas kaki tersebut merupakan milik raja Mesir. Alas kaki pada saat itu digunakan untuk menunjukkan status sosial penggunanya. Di zaman itu, hanya para bangsawan dan orang-orang kayalah yang mampu untuk memakai sepatu.

Masyarakat Yunani Kuno juga memiliki alas kaki yang sangat menunjang kegiatan mereka sehari-hari. Sepatu mereka memiliki banyak tali yang diikat di sekeliling betis. Tentara Romawi Kuno juga memiliki sepatu yang sangat khas. Sepatu ini disebut caligae.
 
Saat para tentara Romawi kembali dari peperangan dan menang, caligae diberi paku yang berasal dari perunggu, perak, bahkan emas. Seiring bertambahnya waktu, manusia terus menyempurnakan bentuk sepatu. Tentunya, hal itu dimaksudkan untuk lebih memberikan kenyamanan bagi para pemakainya.
Lantas, bagaimana sejarah perkembangan sepatu dari masa ke masa?

Tahun 1800 Sepatu beralaskan sol karet pertama dibuat dan dinamakan plimsolls. 1892 Goodyear dan perusahaan sepatu karet dari US Rubber Company, memulai memproduksi sepatu karet dan kanvas yang diberi nama Keds. 1908 Marquis M. Converse mendirikan perusahaan sepatu Converse.
Perusahaan inilah yang membuat sepatu untuk olahraga basket pertama kali.

Sepatu ini pula yang mengubah permainan bola basket lebih dari seabad dan menjadi ikon AS. 1917 Sepatu keds menjadi sepatu atletik pertama yang diproduksi secara massal. Di kemudian hari, sepatu ini disebut sneaker karena solnya lebih halus dan tidak menimbulkan suara decitan pada kondisi tertentu. 

1920 Adi Dassler, pendiri Adidas, mulai memproduksi sepatu olahraga buatan tangan di kamar mandi ibunya. Ia membuat sepatu tanpa bantuan alat-alat listrik. 1924 Adi dan Rudolph Dassler, dengan bantuan 50 anggota keluarganya, mendaftarkan bisnisnya dengan nama Gebr der Dassler Schuhfabrik di Herzogenaurach, Jerman.

Ini menjadi awal berdirinya Adidas seperti sekarang 1948 Puma Schuhfabrik Rudolf Dassler didirikan. Sepatu sepak bola pertama Puma digunakan oleh tim sepak bola Jerman Barat. 1950 Sneaker menjadi sepatu pilihan di mana-mana. Pasalnya, sepatu ini murah dan mudah diperoleh oleh seluruh anak muda di seluruh dunia.
 
Selain sneaker, sepatu bertumit tinggi alias stiletto juga menjadi tren di awal 1950-an. 1962 Phil Knight dan Bill Bowerman meluncurkan sepatu atletik berteknologi tinggi (pada masa itu) dengan nama Blue Ribbon Sports (BRS). Seiring dengan desain dan teknologinya yang baru, pada tahun 1968, nama mereka diganti menjadi Nike.

1970 Platform shoes dengan tumit setinggi 2-5 inci atau 5—12 sentimeter menjadi incaran pria dan wanita. Era 70-an juga merupakan awal kepopuleran sepatu model bakiak. 1990 Awal era ini diramaikan dengan jenis sepatu bersol rata, berwarna, dan persegi.

1995 Museum Sepatu Bata di Toronto, Kanada, resmi dibuka pada bulan Mei. 1998-2001 Sepatu lars menjadi salah satu sepatu yang populer di Indonesia. 2006-sekarang Model wedges shoes (berbentuk irisan) merupakan model yang populer di kalangan kaum perempuan. Di samping itu, sepatu-sepatu yang menawarkan kenyamanan bagi para pemakainya mulai menjadi pilihan banyak orang.

Nah, itulah sedikit ulasan artikel tentang sejarah terciptanya sepatu, meskipun sedikit melihat dari google sih hehehe, tapi saya tambahi dengan sedikit ulasan yang lebih lengkap dan lebih baik, yak sekian artikel yang saya buat semoga bermanfaat, terima kasih.